Pemuda Tanpa Nama (Part 1)

@My sweetest room, 07:00 WIB (Minggu, 15 Oktober 2010)
Pagi ini aku bermimpi kembali tentangmu…
tentang sosokmu yang selalu hadir dalam memoriku tapi tak pernah tampak ragamu dihadapanku..Kamu…membuatku bertanya tentang hati ini. Mungkinkah kamu yang selalu ku cari selama ini? Mungkinkah kamu yang akan menjadi belahan jiwaku?
Jawab aku dalam mimpiku…wahai pemuda tanpa nama ..

Pagi ini, Ema hanya tampak termenung. Mengingat dan mencoba berfikir apa yang telah ia mimpikan semalam. Mengingat kembali sosok pemuda yang selalu menjadi angan-angan dalam mimpi indahnya. Namun tak pernah tampak nyata..

“Emaaaaa! Buruan banguuunnnn!”, bentak riki sambil menggedor pintu kamar Ema dengan kasarnya. Ema terhenyak dari lamunannya, mulai membuka pintu dan mulai ikut membentak dari dalam “Iyehhh bawel! Ngapain lu pagi-pagi udah kayak orang kesurupan gini?”. “Lu musti buruan beres-beres, keep stay dirumah! Gue mo kerumahsakit dulu, bokap kecelakaan”, jawab riki dengan lemasnya.

“Ahh! lu kelewatan kak. Kalo mo nyuruh-nyuruh gue gak musti boong gini dong. Bete gue”, jawab Ema dengan muka manyunnya. “Gue serius ma, bokap kecelakaan pagi ini pas mo ke bandara. Nyokap udah nyusul duluan ke rumahsakit dianterin sama kang Udin”.
Ema terkulai lemas mendengar berita ayahnya yang kecelakaan pagi ini. Dan sejak saat itulah, semua kehidupannya mulai berubah. Terutama sejak ayahnya meninggalkan dia, kakaknya, dan mamanya untuk selama- lamanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s