MAHASISWA/I SEBAGAI AGENT OF CHANGE, SOCIAL CONTROL DAN IRON STOCK

Kenakalan remaja bukan lagi menjadi hal baru yang ada didalam masyarakat. Kenakalan remaja yang berkembang di tengah – tengah kehidupan memiliki beragam jenisnya, mulai dari penggunaan obat-obat terlarang, pergaulan bebas, perkelahian antarkelompok pelajar, aksi ugal – ugalan dijalan, pencurian, dan jenis kenakalan remaja lainnya. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan kenakalan remaja yang berkembang di kalangan masyarakat, diantaranya adalah kurangnya pengetahuan dan kesadaran diri untuk mengetahui bahayanya mengikuti berbagai bentuk kenakalan remaja, peran dari perkembangan iptek yang berdampak negatif, kurangnya pembekalan diri tentang agama pada remaja saat ini yang seharusnya dilakukan oleh orangtua, lingkungan teman, dan masyarakat sekitar, kurangnya kasih sayang serta perhatian dari orangtua dan bergaul dilingkungan yang tidak baik bagi remaja yang bersangkutan.

Sebenarnya kenakalan remaja itu timbul akibat dari ketidakmampuan anak dalam menghadapi tugas perkembangan remaja yang harus dipenuhi. Menurut Hurlock (1973) ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam memenuhi tugas-tugas tersebut, yaitu masalah pribadi, yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi di rumah, sekolah, kondisi fisik, penampilan, emosi, penyesuaian sosial, tugas dan nilai-nilai. Poin kedua adalah masalah khas remaja, yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja, seperti masalah pencapaian kemandirian, kesalahpahaman atau penilaian berdasarkan stereotip yang keliru, adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua.

Apa sebenarnya definisi dari kenakalan remaja? Kenakalan remaja dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang. Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma sosial yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial (Suyanto, 2007:101)

Berbagai jenis dan kurangnya moral sebagai bukti dari berkembangnya kenakalan remaja dikalangan masyarakat dapat kita temui dalam berbagai jenis media seperti media cetak, televisi, radio, bahkan dalam berita yang diperbaharui lewat internet sekalipun. Beberapa fakta diambil dari harian TEMPO, petugas satpol PP mendata pelajar yang terjaring pada jam sekolah disebuah mall di kawasan Jakarta Selatan, 3 Februari 2015. Razia untuk mengantisipasi kenakalan remaja di usia sekolah sebanyak 21 pelajar yang keluyuran pada saat jam sekolah telah terjaring.

Melihat maraknya kenakalan remaja yang semakin lama merugikan dan membahayakan masa depan remaja itu sendiri, mulai muncul sebuah pertanyaan penting, bagaimanakah solusi untuk mencegah dan mengantisipasi kenakalan remaja di lingkungan masyarakat? Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi bentuk kenakalan remaja. Hal tersebut bisa dimulai dari lingkungan paling dekat dengan remaja tersebut, yaitu keluarga. Keluarga merupakan peran utama dalam hal mengontrol kendali sikap remaja dalam masa perkembangannya agar remaja tersebut tetap berada koridor yang benar dan tidak menyimpang.

Adapun lingkungan masyarakat sekitar juga bisa mempengaruhi perkembangan remaja karena remaja mulai mengenal lingkungan sekitarnya dan mulai mengkuti perkembangan zaman yang dapat menimbulkan efek positif maupun negatif. Lingkungan masyarakat bisa terdiri dari teman, guru, bahkan orang – orang yang dikenal selama proses kehidupan yang dijalaninya. Salahsatu lingkungan masyarakat yang dapat ikut andil dalam mengatasi kenakalan remaja adalah MAHASISWA.

Apa peran mahasiswa?

Kenapa harus mahasiswa? Mahasiswa sebagai tingkatan masyarakat yang lebih tinggi daripada siswa. Kita mengenal istilah bahwa seorang mahasiswa memiliki 3 peran fungsi yaitu mahasiswa sebagai Agent of Change (Generasi Perubahan), Social Control (Generasi Pengontrol), dan Iron Stock (Generasi Tangguh). Pada dasarnya mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat memiliki peran penting sebagai pembawa perubahan dan menjadi seseorang yang akan memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Mahasiswa sebagai Agent of Change memiliki makna sebagai generasi perubahan. Mahasiswa diharapkan dapat membawa perubahan terhadap permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar. Mahasiswa diharuskan memiliki kesadaran sosial dan kematangan berpikir yang kritis. Hal konkrit yang dapat dilakukan untuk mencegah kenakalan remaja adalah mahasiswa harus lebih aktif untuk mengadakan berbagai kegiatan positif yang melibatkan para remaja untuk ikut serta dan menjadikan mereka fokus dengan kegiatan – kegiatan yang bermanfaat. Kegiatan positif seperti mengadakan perlombaan baik dalam hal akademik maupun non-akademik. Kegiatan yang bermanfaat dan menjadikan para remaja lebih peduli terhadap lingkungan masyarakat sekitar. Hal ini tentunya dapat menekan laju perkembangan kenakalan remaja yang berada ditengah kehidupan sosial saat ini.

Mahasiswa sebagai social control memiliki arti bahwa mahasiswa sebagai generasi pengontrol, mahasiswa diharapkan dapat mengendalikan keadaan sosial yang ada di lingkungan sekitar. Mahasiswa dituntut untuk bersosialisasi dan memiliki kepekaan terhadap lingkungan. Dalam hal ini, beberapa kegiatan konkrit yang dapat diaplikasikan kepada remaja saat ini adalah mengadakan kegiatan sosial yang sifatnya membangun dan menjadikan remaja menjadi generasi yang dapat dipercaya karena akhlak yang lebih baik. Kegiatan keagamaan juga menjadi hal penting yang dapat dilakukan oleh mahasiswa terhadap para remaja. Mengingat bahwa mahasiswa telah mendapatkan begitu banyak pembekalan diri selama dikampus dan sudah selayaknya menerapkan serta membagikan ilmu bermanfaat apa yang telah didapatkan semasa kuliah. Mahasiswa juga dapat melakukan sosialisasi berupa seminar yang penuh dengan ilmu dan informasi yang berguna bagi para remaja tentang bahayanya perkembangan zaman yang semakin lama disalahgunakan. Hal ini dapat memberikan pembekalan diri dan mengontrol para remaja agar lebih waspada dan tahu bagaimana seharusnya menyikapi berbagai pengaruh dari luar lingkungan keluarga dalam menjalani kehidupan pada saat ini.

Mahasiswa sebagai iron stock berarti mahasiswa seorang calon pemimpin bangsa masa depan, menggantikan generasi yang telah ada dan melanjutkan tongkat estafet pembangunan dan perubahan. Mahasiswa diharapkan menjadi manusia – manusia tangguh yang memilik kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi – generasi sebelumnya. Mahasiswa bukan hanya sebagai perantara untuk mengatasi kenakalan remaja namun juga menjadi panutan bagi remaja lainnya. Mahasiswa yang tangguh harus mampu menjadikan dirinya lebih baik sebelum mengajak para remaja lainnya untuk berbenah diri. Mahasiswa yang tangguh harus menjadi sebuah perisai bagi para remaja dalam lingkungannya. Perisai yang dimaksud bukan berarti membatasi gerak para remaja untuk berkreativitas namun lebih mengarahkan dan memberi motivasi lebih kepada para remaja untuk melakukan hal yang bermanfaat dibandingkan mengikuti zaman “kekinian” yang mayoritas memiliki pengaruh buruk bagi pola pikir dan tindakan para remaja disekitar lingkungan kehidupannya.

Apabila mahasiswa mampu bersinergi untuk mewujudkan 3 peran penting sebagai generasi penerus masa depan bangsa, tentunya kenakalan remaja perlahan – lahan akan mulai berkurang dan teratasi didalam masyarakat meskipun kita tahu bahwa yang terpenting adalah kerjasama yang baik antara lingkungan internal yakni keluarga dan lingkungan eksternal yakni msyarakat sekitar akan menjadikan para remaja saat ini menjadi lebih baik dalam segi akhlak, intelektual, dan tingkah laku untuk menjadi generasi yang madani dan bermanfaat bagi oranglain.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Guru%20dan%20Psikologi%20P nangkal%20Kenakalan%20Remaja&&nomorurut_artikel=238 (online, diakses pada tanggal 6 Agustus 2015)

http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Kenakalan+Remaja,+Peran+Orang+Tua,+Guru+dan+Lingkungan&nomorurut_artikel=271 (online, diakses pada tanggal 6 Agustus 2015)

http://ejournal.uwks.ac.id/myfiles/201209442514478516/5.pdf

http://www.kompasiana.com/fredisetyono/peran-mahasiswa-sebagai-agent-of-change_54f836dca3331163648b4bc8 (online, diakses pada tanggal 6 Agustus 2015)

http://news.okezone.com/topic/20948/kenakalan-remaja (online, diakses pada tanggal 7 Agustus 2015)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s