Essay (INSOMNIA)

PENGARUH INSOMNIA PADA TUBUH

Dalam kehidupan sehari – hari, bagi para remaja maupun orangtua memanfaatkan waktu dimalam hari untuk mengerjakan dan menyelesaikan tugas maupun pekerjaan mereka. Hal ini dapat menimbulkan suatu kebiasaan untuk bergadang dimalam hari, sehingga pada akhirnya kebiasaan yang lazim ini dapat membuat individu memiliki suatu gejala kelainan yang disebut insomnia.  Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur. Pada dasarnya insomnia ini cukup berguna untuk dimanfaatkan sebagai momen yang tepat dalam menyelesaikan tugas kuliah, pekerjaan kantor, belajar menghadapi suatu tes, dan melakukan aktivitas penting lainnya yang sifatnya banyak dan cukup mendesak. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun. Insomnia lazim dialami setiap orang baik remaja maupun dewasa.

Secara khusus, insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Hal ini disebabkan oleh ketegangan pikiran seseorang terhadap sesuatu yang kemudian mempengaruhi sistem saraf pusat (SSP) sehingga kondisi fisik senantiasa siaga. Misalnya ketika seseorang sedang memiliki problematika pelik di lingkungan kantor ataupun seorang mahasiswa yang memiliki tugas yang menumpuk, maka jika ambang psikologisnya rendah akan menyebabkan fisik susah untuk istirahat dan tidur. Di sini faktor kecemasan, ketegangan, dan ketidakpastian hidup menyebabkan gangguan insomnia. Penderita insomnia mengalami kesulitan untuk tertidur atau sering terjaga di malam hari dan sepanjang hari merasakan kelelahan. Namun, tidak dipungkiri bahwa ternyata insomnia juga memiliki dampak negatif yang sangat beresiko bagi si penderita bahkan sampai dapat menyebabkan kematian. Tentu saja gangguan insomnia akan memiliki dampak negatif dalam kehidupan individu yang bersangkutan. Pertama, akan mengurangi daya tahan tubuh sehingga berpeluang terhadap munculnya sejumlah penyakit. Sebab, tubuh manusia diciptakan sedemikian sempurna yang secara alamiah telah diatur sebuah metabolisme fisik yang akan mempengaruhi kesehatan. Fisik dan mental seseorang akan sehat jika terdapat keteraturan antara terjaga dan tidur. Tidur juga berfungsi terhadap penataan kembali keseimbangan fisik setelah sekian lamanya terjaga dan terjadi kecapekan kerja. Sebab dengan adanya tidur maka tubuh akan memproses untuk mengurangi asam laktat yang berfungsi terakumulasinya kecapekan. Itulah sebabnya jika seseorang tidurnya normal maka ketika bangun tidur akan terasa segar kembali yang disebabkan asam laktat tersebut telah terminimalisasi. Sebaliknya jika seseorang mengalami kurang tidur maka asam laktat belum hilang secara sempurna. Kedua, susah tidur akan berpengaruh terhadap stabilitas emosi sehingga mempengaruhi aktivitas kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini jika seseorang dalam lingkungan kerja, maka akan menurunkan tingkat motivasi, konsentrasi, ketelitian, kreativitas dan produktivitas kerjanya. Tidur yang baik memainkan peran penting dalam berpikir dan belajar dapat memengaruhi banyak hal. Pertama, mengganggu kewaspadaan, konsentrasi, penalaran, dan pemecahan masalah. Hal ini membuat belajar menjadi sulit dan tidak efisien. Kedua, siklus tidur pada malam hari berperan dalam “menguatkan” memori dalam pikiran. Jika tidak cukup tidur, maka suatu individu tidak akan mampu mengingat apa yang telah dipelajari dan dialami selama seharian. Demikian juga terhadap aktivitas lainnya akan mengalami gangguan misalnya ; dalam belajar mengajar, menyelesaikan tugas, dan interaksi sosial. Bahkan dampak insomnia ini akan memudahkan seseorang untuk menderita stress. Dalam studi tahun 1997, peneliti dari Universitas Pennsylvania melaporkan bahwa orang-orang yang tidur kurang dari 5 jam per hari selama tujuh hari menyebabkan stress, marah, sedih, dan kelelahan mental. Selain itu, kurang tidur dan gangguan tidur dapat menyebabkan gejala depresi. Dalam studi tahun 2007 yang melibatkan 10.000 orang terungkap bahwa pengidap insomnia 5 kali lebih rentan mengalami depresi. Bahkan, insomnia sering menjadi salah satu gejala pertama depresi. Insomnia dan tidak nafsu makan akibat depresi saling berhubungan. Kurang tidur dapat menimbulkan dan meningkatkan gejala depresi dan depresi membuat kita lebih sulit tidur. Sisi positifnya, pola tidur yang baik dapat membantu mengobati depresi.

Gejala insomnia ini tidak hanya ditimbulkan oleh kebiasaan tidur malam akibat mengerjakan tugas ataupun melakukan aktivitas lainnya, tetapi insomnia ini juga terjadi pada individu yang sedang mengalami depresi akibat masalah yang sedang dihadapi dilingkungan kuliah, kantor, rumah, dan lain-lain. Selain itu terdapat beberapa dampak negatif yang diakibatkan karena kurang tidur yaitu yang pertama, insomnia dapat mengakibatkan kecelakaan. Kurang tidur membuat kita menjadi ngantuk sehingga bisa mengakibatkan kecelakaan di jalan raya. Sebuah penelitian yang dilakukan Lembaga Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika menunjukkan bahwa kelelahan merupakan penyebab 100.000 kecelakaan mobil dan 1.500 kematian selama setahun di AS. Korbannya orang di bawah umur 25 tahun. Dampak negatif kedua akan menimbulkan gangguan kesehatan karena pada dasarnya gangguan tidur dan kurang tidur tahap kronis dapat membawa kita pada risiko penyakit jantung, serangan jantung, gagal jantung, detak jantung tidak teratur, tekanan darah tinggi,  stroke dan diabetes. Selain menimbulkan dampak negatif berupa gangguan kesehatan di dalam tubuh, ternyata insomnia juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan kulit.  Kebanyakan orang mengalami kulit pucat dan mata bengkak setelah beberapa malam kurang tidur. Keadaan tersebut benar karena kurang tidur yang kronis dapat mengakibatkan kulit kusam, garis-garis halus pada wajah, dan lingkaran hitam di bawah mata. Insomnia juga dapat menyebabkan seseorang menjadi kurang daya ingat atau pelupa. Pada tahun 2009, peneliti dari Amerika dan Perancis menemukan bahwa peristiwa otak yang disebut sharp wave ripples yang berfungsi menguatkan memori pada otak. Peristiwa ini juga mentransfer informasi dari hipokampus ke neokorteks di otak, tempat ingatan jangka panjang disimpan. Sharp wave ripples kebanyakan terjadi pada saat tidur. Berdasarkan beberapa survey, obesitas juga dapat disebabkan oleh insomnia. Jika kita mengabaikan efek kurang tidur maka bersiaplah dengan ancaman kelebihan berat badan. Kurang tidur berhubungan dengan peningkatan rasa lapar dan nafsu makan sehingga kemungkinan bisa menjadi obesitas. Menurut sebuah studi tahun 2004, hampir 30 persen dari orang-orang yang tidur kurang dari enam jam sehari cenderung menjadi lebih gemuk daripada mereka yang tidur tujuh sampai sembilan jam sehari. Pada insomnia kronis, insomnia juga dapat menyebabkan dan meningkatkan risiko kematian. Dalam penelitian Whitehall ke-2, peneliti Inggris menemukan bagaimana pola tidur memengaruhi angka kematian lebih dari 10.000 pegawai sipil Inggris selama dua dekade. Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan pada 2007, mereka yang telah tidur kurang dari 5-7 jam sehari mengalami kenaikan risiko kematian akibat berbagai faktor. Bahkan kurang tidur meningkatkan dua kali lipat risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular. Sebuah survei dari 1,1 juta penduduk di Amerika yang dilakukan oleh American Cancer Society menemukan bahwa mereka yang dilaporkan tidur sekitar 7 jam setiap malam memiliki tingkat kematian terendah, sedangkan orang-orang yang tidur kurang dari 6 jam atau lebih dari 8 jam lebih tinggi tingkat kematiannya. Tidur selama 8,5 jam atau lebih setiap malam dapat meningkatkan angka kematian sebesar 15%. Insomnia kronis – tidur kurang dari 3,5 jam (wanita) dan 4,5 jam (laki-laki) juga dapat menyebabkan kenaikan sebesar 15% tingkat kematian.

Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya insomnia bukan merupakan suatu penyakit melainkan sebuah gejala kebiasaan kurang tidur yang mengakibatkan dampak negatif terhadap tubuh suatu individu. Gejala insomnia juga dapat ditimbulkan oleh individu yang memiliki masalah. Hal ini uga dapat memacu seseorang menjadi lebih depresi akibat memikirkan masalah yang sedang dihadapi. Dampak negatif yang dapat dirasakan antaralain ; gangguan kesehatan yang signifikan (penyakit jantung, diabetes, dan lain-lain), penurunan konsentrasi, mempengaruhi kesehatan kulit, bahkan dapat menyebabkan kematian. Insomnia dapat terjadi pada setiap individu, baik dialami oleh remaja maupun orang dewasa sekalipun. (EAP)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s